Belajar menulis I: masih mencoba merangkai kata demi kata sedikit demi sedikit. Hope lebih terlatih dan lebih lihai merangkainya.
PERAHU KERTAS BERLAYAR
Aku tak tahu kapan waktu itu terjadi. Tapi yang aku ingat hari itu adalah hari di mana buku itu tergantung di pagar kosku. Terbungkus dalam tas kecil warna hitam. “Ksatria Perak” yang ada jauh dari pagar kosku mengirimkan message ke aku yang berisi untuk melihat keluar di pagar kosku. Aku keluar dan aku menemukan tas kecil warna hitam itu di gantungan pagar kosku. Apa ini?? Tanyaku dalam hati. Balik ke kamar dan aku buka tas hitam kecil itu. Yang terlihat nyata adalah sebatang coklat putih Toblerone dan sebuah plastic dengan bungkus di dalamnya warna putih. Dengan dahi berkerut aku membaca dan membuka perlahan bungkus paket itu.
Perlahan dan pasti aku membuka satu persatu selotip yang membungkus plastic paket itu. Aku melihatnya, sebuah buku dengan cover hijau. Dan lebih tepat lagi setelah aku berhasil membuka seluruh bungkus paket itu. Iya benar sebuah buku, itu novel. Novel karangan penulis Indonesia yang nggak asing lagi buatku, Dee. Itu perahu kertas, iya perahu kertas. Novel terbaru Dee. Rasa kaget, seneng, terperanggah jadi satu. Senang karena aku memang ingin novel ini, kaget karena yang ngirim ni paket seorang yang misterius, terperanggah karena di novel tersebut ada tanda tangannya Dee.
Entahlah semua rasa itu masih menjadi satu, nggak percaya. Bagaimana dia bisa mengirimkan novel ini?? Bagaimana tanda tangan Dee ini ada di novel ini?? Dengan perasaan senang dan antusias aku mencoba mengirimkan message kepadanya “apa-apaan ini ksatria perak?? Tapi terima kasih banyak ya.. you are so unpredictable”. Selang beberapa detik kemudian kembali handphone ku berbunyi, “nothing..just a little gift. Hope you like it much” katanya.
Aku benar-benar nggak tahu harus berkata apa sama orang itu. Masih nggak percaya dengan apa yang aku pegang saat ini. Ini benar-benar bukan mimpi, perahu kertas itu berlayar padaku. Sekalipun dengan cara yang misterius. Terima kasih “ksatria perak”, entah kapan kau bisa menampakkan sosokmu dihadapanku. Apa selalu seperti ini kah?? “ksatria perak”
Kamis, 12 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)