Kamis, 12 Mei 2011
PERAHU LAYAR BERLAYAR
PERAHU KERTAS BERLAYAR
Aku tak tahu kapan waktu itu terjadi. Tapi yang aku ingat hari itu adalah hari di mana buku itu tergantung di pagar kosku. Terbungkus dalam tas kecil warna hitam. “Ksatria Perak” yang ada jauh dari pagar kosku mengirimkan message ke aku yang berisi untuk melihat keluar di pagar kosku. Aku keluar dan aku menemukan tas kecil warna hitam itu di gantungan pagar kosku. Apa ini?? Tanyaku dalam hati. Balik ke kamar dan aku buka tas hitam kecil itu. Yang terlihat nyata adalah sebatang coklat putih Toblerone dan sebuah plastic dengan bungkus di dalamnya warna putih. Dengan dahi berkerut aku membaca dan membuka perlahan bungkus paket itu.
Perlahan dan pasti aku membuka satu persatu selotip yang membungkus plastic paket itu. Aku melihatnya, sebuah buku dengan cover hijau. Dan lebih tepat lagi setelah aku berhasil membuka seluruh bungkus paket itu. Iya benar sebuah buku, itu novel. Novel karangan penulis Indonesia yang nggak asing lagi buatku, Dee. Itu perahu kertas, iya perahu kertas. Novel terbaru Dee. Rasa kaget, seneng, terperanggah jadi satu. Senang karena aku memang ingin novel ini, kaget karena yang ngirim ni paket seorang yang misterius, terperanggah karena di novel tersebut ada tanda tangannya Dee.
Entahlah semua rasa itu masih menjadi satu, nggak percaya. Bagaimana dia bisa mengirimkan novel ini?? Bagaimana tanda tangan Dee ini ada di novel ini?? Dengan perasaan senang dan antusias aku mencoba mengirimkan message kepadanya “apa-apaan ini ksatria perak?? Tapi terima kasih banyak ya.. you are so unpredictable”. Selang beberapa detik kemudian kembali handphone ku berbunyi, “nothing..just a little gift. Hope you like it much” katanya.
Aku benar-benar nggak tahu harus berkata apa sama orang itu. Masih nggak percaya dengan apa yang aku pegang saat ini. Ini benar-benar bukan mimpi, perahu kertas itu berlayar padaku. Sekalipun dengan cara yang misterius. Terima kasih “ksatria perak”, entah kapan kau bisa menampakkan sosokmu dihadapanku. Apa selalu seperti ini kah?? “ksatria perak”
Jumat, 20 Februari 2009
ksatria
ever you read this..??aq suka tulisan ini..
ksatria ,
kembalilah ke puri ini.
Satu semesta mungil yang mampu melumat bumi
Kalau aku mau membentangkannya
Inilah nirwana yang mampu menampung perasaan kita.
Bumi punya langit sebagai jendela terhadap galaksi maha luas
Yang berjaya dalam misteri.
Jendelaku adalah carik-carik kertas
Berisi daftar pertanyaan tentang dunia yang
Tak akan gabis dimengerti
Bumi menggetarkan nyali dengan palung-palung dalam.
Aku cuma punya beberapa piringan hitam
Laut pribadiku yang di dalamnya selalu ada kamu, dan kamu lagi
Samudra kata terbelit music dan diudarai kenangan.
Di dalamnya aku bisa berenang selama ikan.
Bumi adalah sebuah kumparan besar yang melingkarkan semaua makhluk dalam keafanaanya .
(dee..)
Kamis, 19 Februari 2009
Lunatic
Mya…pilih Luna ya di acara Panasoic Awards katagori AKTRIS TERBAIK (Luna Maya (B5) ) & Music / Varienty Show Presenter (E2)..Ada Hadiahnya kalau menang …Caranya :
Ikuti Polling SMS
Tarif SMS Premium Rp. 2000,-/SMS..Caranya Ketik:
Untuk kategori Aktris Terbaik
PA(spasi)B5 kirim ke 6288 (Semua Operator).
Untuk Kategori Variety Show Presenter
PA(spasi)E2 kirim ke 6288 (Semua Operator).
Batas akhir pengiriman SMS hingga 25 Maret 2009
Pemenang akan diumumkan diharian Kompas pada tanggal 5 April 2009
Kunjungi : www.Panasonic.co.id
private profile??huh..
Private profile??Huh..!!
Di peruntukkan untuk kalian pengguan friendster & facebook yang memprivate profile kalian… Sudah pasti tahu semua tentang friendster & facebook kan..?? Situs pertemanan itu lho..
Namanya saja situs pertemanan, berarti kita bisa cari teman lewat situs itu, berbagi cerita, cari kenalan, atau apalah.. tapi kadang pas kita jalan2 (lihat2) fs, misal nih ada foto yang cakep gitu..kita pingin kenalah ma dia trus pas dibuka ternyata diprivate profilenya. Huhh..males bgetkan..?? Ngapain sih.. diprivate segala..?? Kitakan jadi nggak bisa lihat profilenya dia apa kesukaannya..buku kesukaanya, music kesukaanya, hobbinya, ato yang lainnya. Katanya buat pertemanan, ngapain pake diprivate..?? Sok kecakepan, sok cantik, sok kaya, wuihh..sombong bget yoww..kalian?!! Mungkin dari kesukaan yang sama dengan kita, kita jadi cocok & trus temenan gtu.. Tapi kalo diprivate..?? huhh.. ngapain mo fs-an..Cuma majang foto tok gtu..?!! sok banget sih kalian.. Salam damai…Peace..!! ;) cuma mengkritik..buat diperhatikan..bukan dijadikan bahan ejekan..:)
Rabu, 18 Februari 2009
salam kenal
Buat direnungkan (termasuk aku)..
Senin, 16 Februari 2009
Einstein tak Menemukan Tuhan
Satu hal menarik mungkin buat temen2 yang lagi belajar fisika atau ilmu sains, atau bahkan temen2 yang suka ma Om Einstein.Dari yang aku baca di koran Jawa Pos edisi 1 feb kemarin,buat temen2 yang nggak sempat baca nih..!!Ada sebuah buku karangan dari Wisnu Arya Wardhana yang judulnya cukup menarik untuk dibaca bahkan mungkin perlu di bahas di mata kuliah "Serfis":) yaitu "Einstein Membantah Taurat & Injil".Begini ceritanya....
Albert Einstein adalah salah satu sosok pemikir yang sangat dikagumi sekaligus sangat dibenci di pengujung abad 20 dan bahkan hingga kini. Kenapa demikian? Karena selain penemuan-penemuan spektakulernya di bidang sains dan teknonogi yang sulit ditandingi oleh para ilmuan pada masanya, Einstein kerap melancarkan kritik pedas pada gereja dan doktrin-doktrinnya yang dianggap tidak rasional. Menurut Einstein, gereja telah melakukan ''pembodohan massal'' dengan konsep ketuhanan yang tidak masuk akal.
Kritik yang disampaikan Einstein tersebut sebenarnya berangkat dari kegelisahannya ihwal eksistensi Tuhan yang tak kunjung ditemukan. Ia tidak puas dengan sosok Tuhan yang dipersonalkan atau digambarkan mirip manusia (antropomorfisme) dalam Kitab Injil. Selain itu, ia juga mengkritik filsafat ketuhanan yang dikembangkan oleh gereja yang terkenal dengan istilah Trinitas: Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus. Sampai akhir hayatnya, Einstein belum menemukan jawaban yang rasional terkait dengan filsafat ketuhanan tersebut.
Dalam logika Einstein yang mendasarkan pikirannya pada fisika dan matematika, Tuhan yang dipersonalkan jelas tidak masuk akal. Karena itu, dengan tegas ia menolak: ''Tentang Tuhan saya tidak dapat menerima suatu konsep apa pun yang berdasarkan otoritas gereja. Sepanjang yang saya ingat, saya membenci indoktrinasi massal. Saya tidak mengimani karena takut akan kehidupan, takut akan kematian, maupun iman yang buta...'' (hal. 153).
Pernyataan Einstein tersebut tak pelak membuat panas telinga para pemuka agama Nasrani. Ia dianggap mengingkari Al-Kitab yang seharusnya diimani tanpa harus diperdebatkan lagi. Einstein memang cukup berani membongkar sekian ayat yang terdapat dalam kitab Injil yang tidak sesuai dengan nalar logikanya. Ia sama sekali tidak mengimani Injil sebagai sabda Tuhan karena sepanjang penelitiannya terdapat pertentangan antara Injil yang satu dengan lainnya. Dalam Injil Yohanes, misalnya, Eisntein melihat ada pertentangan ayat yang sangat mendasar dengan Injil Barnabas (The Gospel of Barnabas) yang naskah aslinya ditemukan di The Emperial Library Wina, Austria. Atas dasar inilah Einstein semakin tidak yakin akan kebenaran Injil. Apalagi fakta sejarah menunjukkan bahwa ketika Paus St. Glasius I bertahta pada 492-496, Vatikan secara resmi melarang Injil Barnabas beredar dan dibaca oleh umat Kristiani.
Einstein menilai keputusan tersebut sangat paradoks dan sulit diterima oleh akal sehat. Sehingga dengan lantang ia menuduh Paus telah melakukan campur tangan dalam penulisan Injil.
Kritik pedas inilah yang membuat vatikan kegerahan. Einstein dianggap terlalu berlebihan dan mengada-ada. Pihak gereja kemudian bergerak lebih cepat untuk menyikapi apa yang telah dikemukakan pemikir yang berpengaruh itu agar tidak mereduksi keimanan umat Kristiani di seluruh dunia.
Seorang pemuka Nasrani yang berasal dari Lutheran Church of Our Savior, yakni pendeta Carl F. Weldman menanggapi dengan keras pendapat Einstein yang menolak Tuhan dipersonalkan: ''Tidak ada Tuhan selain Tuhan personal! Einstein tidak mengetahui apa yang sedang diucapkannya. Dia salah total!'' (hal. 165). Dalam pandangan Carl F. Weldman, pernyataan Einstein bukanlah termasuk bagian dari pencarian hakiki akan eksistensiNya. Akan tetapi hanyalah sebentuk provokasi yang tidak didasari oleh iman yang kuat.
Sri Paus Yohanes Paulus II yang bertahta di Vatikan juga ikut menyerang Einstein: ''Menginginkan bukti-bukti ilmiah tentang Tuhan sama dengan merendahkan Tuhan ke derajad wujud-wujud dunia kita dan karenanya kita akan keliru secara metodologis berkenaan dengan apa itu Tuhan. Sains harus mengakui batas-batasnya serta ketidakmampuannya untuk mencapai eksistensi Tuhan, ia tidak bisa mengukuhkan ataupun mengingkari eksistensiNya...'' (hal.169).
Semua umat Kristiani yang menerima filsafat ketuhanan dengan modal iman jelas menganggap Einstein sebagai pengingkar (kafir). Ilmuan peraih nobel yang pada akhir hayatnya kedua bola matanya dijugil untuk diawetkan itu dituduh atheis karena logika berpikirnya tidak sejalan dengan Al-Kitab.
Tuduhan yang sama sebenarnya juga dilancarkan oleh para pemuka agama Yahudi yang menganggap Einstein anti-Tuhan karena telah berani menolak untuk menjalani bar mitzvah, yaitu upacara untuk menjadi komunitas orang Yahudi. Sebagaimana diulas oleh Wisnu Arya Wardhana dalam buku ini, sejak kecil Einstein memang hidup dengan ''dua agama'': Yahudi dan Katholik. Jika pada pagi hari ia belajar agama Katholik di Katholik Petersschule, sedangkan sorenya ia menerima pelajaran agama Yahudi dari Alexander Moszkowski, guru privat yang sengaja didatangkan oleh orang tuanya (hal.45).
Dengan demikian, Einstein sudah mempelajari dengan cukup cermat isi Kitab Talmud (Taurat) dan isi Al-Kitab (Injil) sejak ia masih kecil, yakni saat masih berumur tujuh tahun. Walaupun pada saat itu ia belum berani melakukan koreksi terkait beberapa ayat yang tidak sesuai dengan jalan pikirannya.
Hidup dengan dua agama bukanlah sesuatu yang aneh bagi Einstein. Ia belajar agama Yahudi karena termasuk agama leluhurnya, sedangkan pelajaran Katholik ia dalami tak lain karena pencariannya akan eksistensi Tuhan. Namun sepanjang yang dipelajari Einstein dari kedua Kitab Suci tersebut, yakni Taurat dan Injil, sosok Tuhan yang sesuai dengan jalan pikirannya tak juga ditemukan.